Kamis, 27 September 2012
Pelatihan mengurangi Pengangguran
Sebanyak 4.550 perempuan dari keluarga miskin (gakin) di Kota Surabaya akan mendapatkan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (Bapemas KB) secara bertahap.
Kepala Bapemas KB Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan keterampilan yang akan diajarkan antara lain membuat kue kering, mengolah masakan, menjahit, tata rias, aneka usaha peralatan dan produk rumah tangga, menjahit kreatif, hingga pembuatan berbagai handycraft (kerajinan tangan).
Menurut dia, sebanyak 62 kelas pelatihan dilaksanakan di 19 kecamatan. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan dasar yang telah digelar tahun lalu yang diberikan kepada 14.000 perempuan keluarga miskin.
Dari kegiatan itu diharapkan akan terbentuk 560 kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang terdiri dari 163 KSM makanan, 40 KSM menjahit dasar, 73 KSM tata rias dan salon, 66 KSM peralatan dan produk rumah tangga, 61 KSM menjahit kreatif, 54 KSM handycraft media kain, 46 KSM handycraft daur ulang dan 57 KSM handycraft manik-manik.
Setelah pelatihan, lanjut dia, KSM-KSM tersebut juga mendapatkan pendampingan selama tiga bulan serta bantuan peralatan kerja dan fasilitasi pemasaran. "Lebih lanjut, perlu pembinaan bagi KSM-KSM guna memenuhi persyaratan perkembangan usahanya, seperti perizinan usaha, keamanan dan desain kemasan produk,teknologi tepat guna dan sebagainya," katanya.
Pemateri Ketrampilan Oky Mia Octaviany mengatakan para peserta sangat bersemangat dan memiliki potensi untuk berkembang. Ia mengajarkan tips dan tata cara membuat hiasan manik-manik, selanjutnya para peserta mengembangkan sendiri idenya dengan desain ciptaanya sendiri. Sumber: Dikutip dari berbagai sumber
Rabu, 26 September 2012
Selasa, 25 September 2012
Manisan Belimbing Wuluh
Membuat sajian makanan, tidak hanya dilakukan orang dewasa. Ternyata, siswa Sekolah Dasar (SD) juga bisa menyajikannya dengan lebih kreatif. Seperti yang dilakukan 30 finalis Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2012 dalam Festival Makanan Tradisional kemarin, Minggu (23/9).
Dengan menggunakan busana adat tradisional, para siwa menunjukkan hasil kreatifitas mereka pada pengunjung Taman Flora dan beberapa kesenian juga ditampilkan. Festival tersebut juga dihadiri masyarakat di sekitar tersebut di sekitar lokasi kegiatan untuk ikut menikmati makanan dan minuman tradisional karya peserta Festival Makanan dan Minuman Tradisional karya peserta Festival Makanan Tradisional 2010.
Dengan menggunakan busana adat tradisional, para siwa menunjukkan hasil kreatifitas mereka pada pengunjung Taman Flora dan beberapa kesenian juga ditampilkan. Festival tersebut juga dihadiri masyarakat di sekitar tersebut di sekitar lokasi kegiatan untuk ikut menikmati makanan dan minuman tradisional karya peserta Festival Makanan dan Minuman Tradisional karya peserta Festival Makanan Tradisional 2010.
Langganan:
Postingan (Atom)



